Bencana bisa datang dari mana saja: hard disk rusak, ransomware, salah hapus file, sampai kebakaran. Yang membedakan bisnis yang “selamat” adalah kesiapan backup dan rencana pemulihan.
1) Terapkan aturan 3-2-1
- 3 salinan data
- 2 media berbeda (misal NAS + external drive)
- 1 salinan offsite (cloud/ lokasi lain)
2) Pastikan ada versi file (versioning)
Versioning membantu saat file rusak/ter-encrypt ransomware, karena kamu bisa rollback ke versi sebelum kejadian.
3) Uji restore secara berkala
Banyak backup gagal bukan karena proses backup, tapi karena restore tidak pernah diuji. Jadwalkan test restore minimal bulanan.
4) Buat target RPO & RTO sederhana
- RPO: seberapa banyak data yang boleh “hilang” (misal max 1 hari)
- RTO: seberapa cepat sistem harus pulih (misal max 4 jam)
Kalau backup tidak pernah diuji restore, itu baru asumsi—bukan perlindungan.
Mulai dari backup yang konsisten + restore test. Setelah itu, baru rapikan dokumentasi DR (siapa melakukan apa, urutan langkah, dan kontak vendor).
